Selasa, 06 September 2011

Gempa Singkil Tergolong Gempa Tektonik



BMKG Peta lokasi pusat gempa yang terjadi di Aceh pada Selasa (6/9/11) dini hari.

Sekretaris Pusat Riset Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kualasyiah, Banda Aceh, Didik Sugiyanto, Selasa (6/9/2011), mengungkapkan, gempa berkekuatan 6,7 skala Richter yang berpusat di 59 kilometer timur laut di Aceh Singkil, tergolong gempa tektonik.
Gempa terjadi sebagai dampak dari proses subduksi pada lempeng Eurasia dan Indo-Australia di barat Sumatera, yang menimbulkan rangkaian gempa dalam beberapa tahun ini di wilayah Sumatera.
Subduksi itu kemudian menimbulkan respon pada patahan yang disebut sesar semangko, yang terdapat di sepanjang Pulau Sumatera. Sesar ini kemarin ada pergerakan dan menimbulkan gempa. " Hingga puluhan tahun kedepan, gempa seperti ini akan terus terjadi. Ini proses normal dan wajar," kata Didik.
Proses subduksi di pantai barat Sumatera itu menimbulkan akumulasi energi pada kantong-kantong energi yang ada di hampir sepanjang wilayah Sumatera. Singkil dan sekitarnya adalah salah satu kantong tersebut.
"Jika kita lihat di Singkil sendiri dalam beberapa puluh tahun terakhir juga terjadi gempa. Jadi, sebenarnya normal. Namun sayangnya, persiapan kita yang kurang menghadapi gempa. Banyak bangunan yang menyalahi bestek, sehingga getaran gempa menimbulkan kerusakan parah," kata Didik.
Gempa di Singkil tak menimbulkan tsunami, meskipun getaran pada pusat gempa tercatat 6,7 skala Richter dan mencapai 4-5 skala modified mercally intensity (MMI) dari getaran yang dirasakan di daratan (getaran gempa di atas 6 skala Richter atau di atas 3 MMI dapat menimbulkan tsunami).
Menurut Didik hal ini terjadi karena pusat gempa bukan di lautan, dan tak tergolong gempa dangkal (di bawah 30 meter dari permukaan laut dinaggap gempa dangkal) , yang merupakan syarat terjadinya tsunami. Kedalaman pusat gempa Singkil 78 kilometer di bawah permukaan laut.
Meskipun tak menimbulkan tsunami, gempa tersebut sempat membuat warga yang di wilayah yang terkena getaran panik dan ketakutan. Dian (27), warga Kota Subussalam, menuturkan, getaran gempa cukup lama, yakni sekitar 3 menit.
Warga kota berlari berhamburan keluar rumah, karena goncangan meretakkan bangunan rumah mereka. Bahkan, sejumlah rumah toko di wilayah Kecamatan Sultan Daulat ambruk menimpa rumah warga di sebelahnya.
"Setelah gempa listrik padam. Warga semakin panik. Mereka khawatir ada gempa susulan. Ada sekitar 400 warga yang kemudian mengungsi ke dua titik, yaitu di Gunung Meriah, dan Singkil Das," tutur Dian.
Seperti diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan 6,7 skala richter yang berpusat di 59 kilometer timur laut Singkil Baru, Kabupaten Aceh Singkil, mengguncang sebagian wilayah Sumatera Utara dan Aceh, Selasa (6/9/2011) pukul 00.55.
Satu orang meninggal, 3 luka ringan, serta 5 masjid, 11 sekolah, 3 puskesmas, dan sekitar 21 rumah dan toko di Kota Subussalam, Aceh, rusak akibat getaran gempa tersebut.

Kamis, 11 Agustus 2011

Kolang Kaling Juga Hidangan Favorit di Subulussalam



100811foto.8_.jpg
Nurhayati (42) salah seorang pedagang kolang kaling di Pasar Terminal Terpadu Subulussalam sedang melayani pembeli. Kolang kaling sangat digemari warga untuk menu buka puasa sehingga permintaan meningkat tajam. Foto direkam, Senin (8/8). (SERAMBI/KHALIDIN)
SUDAH menjadi kebiasaan setiap bulan puasa masyarakat sangat kreatif menciptakan aneka makanan dan minuman untuk penganan saat berbuka. Salah satu buah yang menjadi ciri khas menu berbuka puasa di Kota Subulussalam adalah kolang kaling. Penganan yang diolah dari buah aren ini menjadi hidangan favorit masyarakat untuk berbuka puasa.

Nurhayati (42) salah seorang pedagang kolang kaling di pasar Terminal Terpadu Subulussalam yang diwawancarai Serambi, Senin (8/8) mengatakan, walaupun buah ini ada dijual pada hari-hari biasa, namun diakui permintaan meningkat tajam saat bulan Ramadhan. Buktinya, pada awal puasa, dalam sehari saja, Nur mengaku bisa menjual 10 kaleng (tiap kaleng berisi 20 liter) kolang kaling. “Sangat laris, sekarang rata-rata sehari laku 1-2 kaleng,” katanya.

Harga kolang kaling beragam, tergantung  kualitasnya. Untuk yang kualitas baik yakni kolang kaling yang telah dipres harganya mencapai Rp 14.000 perkilo atau Rp 4.000 per muk. Sedangkan untuk kualitas menengah dihargai Rp 2.500 per muk dan yang paling murah dijual Rp 5.000/3 muk. 

Nur mengaku mendapatkan buah aren dengan membeli dari pemasok di Sibande, Pakpak Bharat, Sumatera Utara atau Kabanjahe. “Ini kami beli dari Sibande, Pakpak Bharat, kadang juga dari Kabanjahe,” ujar Nur seraya menambahkan sangat suka dengan buah dari pohon aren tersebut. 

Lebih lanjut Nur menjelaskan, biasanya bahan makanan yang cukup populer ini digunakan untuk membuat makanan yang cukup digemari masyarakat untuk berbuka puasa seperti minuman segar, cendol, manisan atau kolak dan bubur. Bisa pula, kolang kaling diolah menjadi minuman dengan dicampur cincau atau lainnya. 

Rasanya yang kenyal dan legit membuat kolang-kaling menjadi suatu pelengkap untuk menu buka puasa. Hanya saja buah satu ini susah sekali dapatnya bila tidak di bulan puasa Ramadhan.

Kantor Bupati Dilempar Batu



110811foto.22_.jpg
Seorang warga memperhatikan pecahan kaca yang berserakan di lantai pintu masuk sebelah timur Kantor Bupati Bener Meriah, Rabu (10/8) pagi. Pintu kaca itu dilempar batu oleh dua orang tak dikenal pada Selasa (9/8) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. SERAMBI/MAHYADI
Berita Terkait
    TAKENGON - Gedung Kantor Bupati Bener Meriah, yang beralamat di Jalan Simpang Teritit-Pondok Baru, Kampung Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Selasa (9/8) malam lalu, dilempari batu oleh dua pengendara sepeda motor Yamaha RX-King. 

    Akibat pelemparan tersebut, satu pintu kaca di bagian timur kantor orang nomor satu di Bener Meriah itu dilaporkan pecah berantakan. Sedangkan pelaku yang memang beraksi dari atas sepmor yang dikendarainya, langsung kabur tancap gas usai melampiaskan aksinya itu.

    Menurut seorang anggota keamanan, Ruhdi, kepada sejumlah wartawan Rabu (10/8) mengatakan, pada saat aksi pelemparan batu oleh oknum yang belum diketahui itu, kondisi cuaca sedang hujan gerimis dan pelaku berhasil kabur di tengah kegelapan malam. 

    “Begitu terdengar suara kaca pecah, saya bersama sejumlah anggota pengamanan kantor ini langsung lari menuju tempat kejadian yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari pos penjagaan,” papar Ruhdi, yang tak lain adalah salah seorang anggota Polres Bener Meriah yang malam itu bertugas menjaga keamanan di komplek kantor bupati. 

    Dikatakan, kedua oknum yang mengendarai sepmor jenis Yamaha RX King, sempat terlihat namun wajahnya tidak bisa dikenali lantaran gelap. Menurutnya, untuk menghentikan kedua pelaku yang terus kabur usai melakukan aksinya, petugas sempat melepaskan tembakan ke udara sebanyak dua kali.

    Tembakan peringatan tersebut tak digubris, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Simpang Teritit, Kecamatan Wih Pesam. “Usai melepaskan tembakan ke udara, kami sempat mengejar pelaku tapi setibanya di daerah simpang Teritit kedua pelaku ini menghilang,” ungkap Ruhdi.

    Beberapa saat setelah kejadian, sejumlah petugas Polres Bener Meriah, langsung terjun ke lokasi dan memasang garis polisi. Sedangkan Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar, Selasa (9/8) malam, usai waktu shalat Tarawih, meninjau lokasi kejadian yang tak lain adalah kantornya sendiri di kawasan Simpang Teritit-Pondok Baru, Kampung Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

    Orang nomor satu di kabupaten pemekaran dari Aceh Tengah itu, dilaporkan sempat melihat-lihat bongkahan batu yang digunakan pelaku hingga satu pintu kaca kantor bupati pecah berantakan. Kasus ini sekarang sedang dalam pengusutan pihak Polres Bener Meriah

    Minggu, 08 Mei 2011

    video

    subhanallah

    video

    Panen Ungkot Paya




    4 Tahanan Kabur Lewat Kamar Mandi





    IDI, Aceh Timur: Setelah memanjat dan menjebol plafon (loteng—red) kamar mandi sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, 4 tahanan yang hendak disidangkan berhasil kabur, Rabu (27/4) sekira pukul 11:20.

    Keempatnya kini masuk Daftar Pencari Orang (DPO) Polres Aceh. masing-masing Muhammad Azhar alias Dehar, 28, (Kasus Pembacokan Istri dan Anak Toke Sawit di Ranto Peureulak, Aceh Timur). Selanjutnya Agus, 28, Muhammad Dani, 31, dan Saputra Mulia, 30. Ketiganya karena kasus narkoba.

    Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kaburnya 4 tahanan dari sel tahanan (Ruang Tunggu) PN Idi, diperkirakan menjelang selesainya sidang terdakwa Basri, kasus pencemaran nama baik. Saat itu, ke empat tahanan yang kabur dikumpulkan di ruang tunggu bersama 6 tahanan lainnya. Sementara 10 tahanan dipisahkan di ruang tunggu lain yang berada berdampingan.

    Diperkirakan, keempatnya kabur dengan memanjat dan menjebolkan plafon kamar mandi. Tiba-tiba, dari atas plafon terdengar seperti orang lari. Suara itu didengar tahanan lain yang saat itu berada di kamar mandi ruang tunggu lain yang berdampingan.

    Mendengar suara bagaikan orang lari, tahanan tersebut berteriak dan memanggil petugas keamanan dan petugas kejaksaan yang berjaga-jaga di luar ruangan tunggu. Sejumlah petugas langsung memindahkan 6 tahanan yang tersisa ke ruangan di sebelahnya dan petugas memanjat plafon mengejar 4 tahanan yang kabur, tetapi usaha petugas termasuk melakukan pengepungan dan penyisiran ke seluruh sudut Kota Idi, belum membuahkan hasil.

    Ketika kaburnya 4 tahanan tesrebut, sidang yang tengah berlangsung terpaksa harus dihentikan sesaat kembali dilanjutkan sesuai agenda sidang PN Idi, ke ruang persidangan lain yang letaknya bersebelahan. Pengamatan Waspada, pengejaran polisi dengan senjata lengkap ke luar pekarangan pengadilan sempat mencuri perhatian puluhan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

    Kepala PN Idi, Salahuddin, SH melalui Humas, Rahmad Aries, SH saat dikonfirmasi, Rabu (27/4), membenarkan kaburnya 4 tahanan yang hendak disidang dari ruang tunggu PN Idi dengan menjebolkan plafon kamar mandi dan melompat pagar PN Idi. “Kita sudah koordinasi dengan polisi, Jaksa, dan instansi terkait dalam mengejar 4 tahanan yang kabur,” katanya seraya menadaskan, salah satu dari empat yang kabur terdakwa kasus pembacokan istri dan anak toke sawit di Ranto Peureulak