![]() |
| Lokasi di BeutarieNet |
Selasa, 26 April 2011
Selasa, 19 April 2011
Langsa belum Terima Kaset Listening
LANGSA – Hingga hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Dinas Pendidikan Kota Langsa, Drs H Abdullah Gade, mengaku belum menerima sebanyak 100 unit kaset listening yang akan digunakan pada pelaksanaan ujian Bahasa Inggris yang akan dilangsungkan, Rabu (20/4/2011). “Janjinya malam ini akan dikirimkan,” kata pria yang kerap disapa Waled ini.
Dikatakan, jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ini sebanyak 3.055 pelajar. Masing-masing jumlah siswa SMA/MA yang mengikuti UN sebanyak 2.229 pelajar, Sedangkan untuk pelajar tingkat SMK berjumlah sekitar 849 pelajar.
Abdullah juga mengatakan dari sekian banyak yang mengikuti ujian nasional tahun ini 43 pelajar diantaranya tidak bisa mengikuti ujian pada hari pertama, sebagian dari mereka sedang dalam keadaan sakit.
Masing-masing dari tingkat SMA/MA sebanyak 20 siswa dan 23 siswa dari tingkat SMK. "Data tersebut diperoleh setelah dilaporkan panitia UN dari masing-masing dari sejumlah lokasi pelaksanaan. “Insya Allah lain tidak ada kendala. Semua berjalan lancar. Kita berharap anak-anak bisa menjawab dengan tepat dan tidak terpengaruh dengan isu ada lembaran jawaban,” demikian Waled.
Dikatakan, jumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ini sebanyak 3.055 pelajar. Masing-masing jumlah siswa SMA/MA yang mengikuti UN sebanyak 2.229 pelajar, Sedangkan untuk pelajar tingkat SMK berjumlah sekitar 849 pelajar.
Abdullah juga mengatakan dari sekian banyak yang mengikuti ujian nasional tahun ini 43 pelajar diantaranya tidak bisa mengikuti ujian pada hari pertama, sebagian dari mereka sedang dalam keadaan sakit.
Masing-masing dari tingkat SMA/MA sebanyak 20 siswa dan 23 siswa dari tingkat SMK. "Data tersebut diperoleh setelah dilaporkan panitia UN dari masing-masing dari sejumlah lokasi pelaksanaan. “Insya Allah lain tidak ada kendala. Semua berjalan lancar. Kita berharap anak-anak bisa menjawab dengan tepat dan tidak terpengaruh dengan isu ada lembaran jawaban,” demikian Waled.
Tiga Rumah dan Kantor Desa Terbakar
TAKENGON – Kantor desa dan tiga unit rumah warga di Kampung Arul Relem, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Selasa (19/4/2011) pagi, ludes terbakar. Musibah kebakaran itu terjadi ketika para penghuni rumah sedang berada di kebun, sehingga pada saat kebakaran terjadi kondisi rumah warga dalam keadaan kosong.
Sementara dari tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman api, dua unit mobil diantaranya terlambat tiba di lokasi kejadian karena salah satu mobil pemadam terperosok kedalam lubang yang ada di pinggir ruas jalan Arul Kumer, sekitar tiga kilometer dari lokasi kebakaran.
Satu mobil pemadam kebakaran yang duluan tiba di lokasi, akhirnya hanya menyirami sisa-sisa kebakaran karena ketiga unit rumah warga dan sebagian bangunan kantor desa telah duluan ludes dilahap si jago merah. Akibatnya, sebagian besar harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan.
“Kantor desa yang ikut terbakar itu, baru saja selesai dibangun dan belum diresmikan. Akibatnya sebagian bangunan mengalami kerusakan karena sempat disambar api,” kata Mustariga, warga Kampung Arul Relem, kepada Serambinews.com.
Tiga unit rumah warga yang terbakar itu dihuni oleh empat Kepala Keluarga (KK) yakni M Rasyid Aman Rajiman, Siti Sarah Inen Bumer, M Thaib Aman Samsul, serta Harun. Ke empat KK ini, pada saat kejadian seluruhnya tidak berada dirumah karena sedang menggarap lahan kebun kopi milik mereka.
Sementara dari tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman api, dua unit mobil diantaranya terlambat tiba di lokasi kejadian karena salah satu mobil pemadam terperosok kedalam lubang yang ada di pinggir ruas jalan Arul Kumer, sekitar tiga kilometer dari lokasi kebakaran.
Satu mobil pemadam kebakaran yang duluan tiba di lokasi, akhirnya hanya menyirami sisa-sisa kebakaran karena ketiga unit rumah warga dan sebagian bangunan kantor desa telah duluan ludes dilahap si jago merah. Akibatnya, sebagian besar harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan.
“Kantor desa yang ikut terbakar itu, baru saja selesai dibangun dan belum diresmikan. Akibatnya sebagian bangunan mengalami kerusakan karena sempat disambar api,” kata Mustariga, warga Kampung Arul Relem, kepada Serambinews.com.
Tiga unit rumah warga yang terbakar itu dihuni oleh empat Kepala Keluarga (KK) yakni M Rasyid Aman Rajiman, Siti Sarah Inen Bumer, M Thaib Aman Samsul, serta Harun. Ke empat KK ini, pada saat kejadian seluruhnya tidak berada dirumah karena sedang menggarap lahan kebun kopi milik mereka.
Lagi, Ratusan Mahasiswa Demo DPRA
Puluhan mahasiswa perwakilan dari 23 Kabupaten/Kota se-Aceh berunjuk rasa di halaman Gedung DPR Aceh, Senin (18/4). Mereka mendesak DPRA segera mensahkan qanun pilkada Aceh terkait calon independen.
“Menunda-nunda pengesahan Raqan Pilkada untuk tujuan politik sekelompok elite tertentu sama artinya DPRA mempermainkan dan mengabaikan amanah dan aspirasi masyarakat yang telah memilihnya menjadi anggota legislatif,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Demonstran, Muhammad Jair Ulim, dalam orasinya di halaman Gedung Utama DPRA, kemarin.
Jair mengatakan, tujuan dan tuntutan mahasiswa datang ke gedung dewan adalah untuk menyampaikan aspirasi kepada DPRA agar segera mengesahkan Raqan Pilkada yang mengakomodir calon perseorangan (independen).
Tuntutan kedua, jika dalam waktu sebulan ini Raqan Pilkada tidak juga disahkan, maka para pengunjuk rasa mendesak Ketua DPRA segera mengundurkan diri. “Apabila tidak mengundurkan diri, kami akan lakukan revolusi terhadap DPRA,” pekik Jair.
Setelah membacakan tuntutannya, Korlap Demonstran, Muhammad Jair menyerahkan surat petisi kepada Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda untuk diteruskan kepada Ketua DPRA, Drs H Hasbi Abdullah.
Drs H Sulaiman Abda didampingi anggota DPRA, Darmuda, kepada para ratusan pendemo mengatakan, DPRA segera membahas dan mengesahkan Raqan Pilkada. Bukti bahwa DPRA akan mengesahkan raqan tersebut, pada Senin (18/4) kemarin, Pansus III DPRA yang ditugasi untuk menyusun dan membahas draf Raqan Pilkada yang baru, saat ini sedang melakukan konsultasi dengan pihak Menkopolhukam, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Jakarta.
Kunjungan Pansus III DPRA ke Menkopolhukam itu, menurut Sulaiman Abda, untuk maksud seperti yang kini dituntut para mahasiswa yang berdemo di halaman Gedung DPRA kemarin. DPRA telah berjanji akan menyelesaikan Raqan Pilkada, setelah pengesahan RAPBA 2011 menjadi Qanun APBA 2011.
Pengesahan Raqan APBA 2011 menjadi Qanun APBA 2011, kata Wakil Ketua II DPRA itu, sudah dilaksanakan Jumat (15/4) pekan lalu. Seluruh fraksi DPRA, yaitu Fraksi Partai Aceh, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi PPP/PKS, menyetujui Raqan APBA 2011 yang diajukan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf senilai Rp 7,945 triliun. Senin (18/4) kemarin, qanun tersebut telah dibawa ke Kemendagri untuk dievaluasi dan diverifikasi.
Sulaiman Abda mengemukakan alasan mengapa DPRA lebih dulu mengesahkan Raqan APBA 2011. “Itu karena, selain untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan yang sedang ditunggu-tungu rakyat yang terdapat dalam APBA, juga karena usulan anggaran untuk pelaksanaan pilkada sebesar Rp 136 miliar, masuk di dalam RAPBA 2011.”
Jadi, menurut Sulaiman, supaya anggaran pilkada bisa dipakai atau dicairkan untuk pembiayaan berbagai tahapan pelaksanaan pemilihan gubernur/wakil gubernur serta 17 kepala daerah kabupaten/kota, maka Raqan APBA 2011 itu, harus disahkan lebih dulu, baru menyusul Raqan Pilkada.
Demo ke Gedung DPRA terkait isu Raqan Pilkada bukan cuma kemarin terjadi. Sebelumnya, Selasa (5/4) massa yang menamakan dirinya Mahasiswa Peduli Rakyat Aceh (MPR-Aceh) juga menggelar aksi demo di Gedung DPRA. Mereka menuntut pelaksanaan pilkada tepat waktu dan RAPBA 2011 segera disahkan. Aksi demo tersebut berlangsung panas dan ricuh, bahkan antara demonstran dengan polisi sempat saling pukul.
Demonstran yang mengenakan pita merah di kepala dan bagian lengan tersebut tiba di DPRA sekitar 10.40 WIB disambut aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh yang sudah siaga.
Koordinator Aksi dari MPR-Aceh, dengan menggunakan pengeras suara membacakan beberapa pernyataan sikap dan kecaman kepada dewan. “Kami mendesak DPRA segera mengesahkan APBA 2011 dan tidak menunda-nunda lagi jadwal pilkada. Ini harga mati,” teriak Sofian disambut teriakan-teriakan bernada kecaman, seperti, “pilkada molor, APBA jebol, DPRA tolol”.
Senin, 18 April 2011
Resep Rujak Aceh
Cara Membuat Rujak Aceh Bahan :
500 gram bangkuang, dikupas, dicincang agak halus
500 gram mangga mentah, dibuang kulit dan bijinya, dicincang agak halus
2 buah nenas, dikupas, dicincang agak halus
400 gram mentimun, dicincang agak halus
200 gram salak, dicincang agak halus
500 gram daging buah jeruk bali
10 buah jambu air, dicincang agak halus
200 gram wortel, dicincang agak halus
3500 cc air panas
400 gram gula pasir ( tergantung selera )
4 sendok makan garam ( tergantung slera )
6 biji cabai merah, dihaluskan
air jeruk nipis, bila perlu
es batu secukupnya
Cara Membuat :
- Campu semua bahan jadi satu, aduk aduk dan cicipi semua bumbunya tambahkan garam, gula dan air jeruk nipis bila perlu.
- Setelah itu dihidangkan dengan memasukkan es batu secukup nya.
Langganan:
Postingan (Atom)



